Judul : Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra
Link : Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra
Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra
Artikel Puisi, Membaca malam tanpa bintang yang berenang di laut ilalang dini hari. Batu-batu yang beku terbunuh sunyi. Daun-daun menguning kering jatuh perlahan bergoyang tanpa angin yang menyalak. Tanah yang lemban mengatupkan kelopaknyaMembaca malam tanpa dednyut waktu yang mengerang. Perawan tua menyelam di sungai mimpi di atas tubuh keringnya. Adalah momentum sunyi bagi jiwanya yang telah letih oleh segala peluh dunia siang
Membaca malam dalam seribu sepi yang membakar degub langit. Penyair tua bergetar jiwa binalnya. Memungut memoria lalu yang tercecer di ujung-ujung jarum jam yang menggantung di dadanya. Merunut futura yang menempel di setiap lembar cakrawala yang menganga di kotak-kotak zenit. Seperti pendulum tukang sulap, berpusing tak pernah jera. Membongkar wajah dan mata maya
Membaca malam di wajah bumi. Malam tak akan mati
Sanggar Sastra Wedang Kendhi, September 2007
Demikianlah Artikel Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra
Sekian Karya Sastra Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra , mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sekian postingan Coretan Karya Sastra kali ini.
Anda sedang membaca artikel Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra dan artikel ini url permalinknya adalah https://coretankaryasastra.blogspot.com/2008/07/puisi-membaca-malam-karya-sastra.html Semoga artikel ini bisa bermanfaat.
Tag : Puisi,
0 Response to " Puisi MEMBACA MALAM Karya Sastra "
Posting Komentar